banner 728x250

Serap Aspirasi Rakyat, Wakil Ketua dan Ketua Komisi II DPRD Butur Lakukan Reses di Dua Tempat

  • Bagikan
Serap aspirasi rakyat, anggota DPRD Butur Reses di Kelurahan Sara'ea.

LENSASULTRA.COM, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton (Utara Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Wakil Ketua DPRD Ahmad Afif Darvin dan Ketua Komisi II Rahman, melakukan reses masa sidang III tahun 2022.

Reses kali ini dilakukan dua tempat, yakni Kelurahan Wandaka dan Kelurahan Sara’ea, Kecamatan Kulisusu, Senin (10/10/2022).

Sebagai wakil rakyat, mereka intens turun menyapa konstituennya untuk menyerap aspirasi untuk diperjuangkan di perlemen pada massa reses. Mereka menyambangi konstituen yakni, dapil III meliputi Kecamatan Kulisusu.

Di Kelurahan Lipu, berbagai usulan dan masukkan dari masyarakat diantaranya, pengadaan mesin katinting, sumur resapan, bantuan rumah tidak layak huni dan bangunan bekas pelelangan pasar lama mau di robohkan lalu di rehab atau alih fungsi.

Mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat kelurahan Lipu, Wakil Ketua DPRD Butur Ahmad Afif Darvin, akan menindak lanjuti aspirasi dan keluhan masyarakat.

Eks pelelangan pasar lama, misalnya. Di mana bangunannya sudah lama tidak difungsikan, bahkan bangunannya sangat memperhatikan.

Menurut Afif, dinas terkait perlu menginventarisir kembali, sebab warga setempat mengeluh karena kondisinya sudah membahayakan.

“Nanti kita koordinasikan dengan dinasnya, karena itu bagian dari aset pemerintah, tinggal dia (dinas) mau manfaatkan untuk apa?,” ujar Afif.

Usulan sumur resapan, dinilai penting sebab itu bisa mengatasi genangan air yang menjadi salah satu penyebab penyakit demam berdarah.

Sumur resapan, kata Wakil Ketua DPRD Butur itu, sudah beberapa kali diusulkan lewat Musrenbang, namun tidak pernah terwujud.

“Mudan-mudahan tahun ini kita akan koordinasikan dengan Dinas PU, supaya diprioritaskan juga di situ. Ada beberapa titik,” bebernya.

Terkait bantuan mesin katinting, Afif mengatakan pihaknya masih perlu duduk bersama dengan dinas terkait, agar pendistribusian bantuan benar-benar dilakukan tepat sasaran.

“Kita juga akan coba panggil dinas terkait, supaya bantuan itu secara profesional kalau mau memberikan kepada masyarakat. Jangan asal-asalan,” tandas Ketua PDI Perjuangan Butur itu.

Sedangkan di Kelurahan Sara’ea, ada beberapa catatan penting keluhan masyarakat diantaranya gedung posyandu, mobil sampah dan sarana olahraga.

Salah satu warga Kelurahan Sara’ea, mengeluhkan terkait dengan gedung posyandu, sebab menurutnya terlalu sempit.

Menanggapi usulan tersebut, Ketua Komisi II Rahman menyatakan pihaknya akan menindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Intinya kita inginkan bangunan yang lebih besar lagi untuk pelayanan kesehatan itu yang utama,” bebernya.

Soal usulan mobil pengangkut sampah ini dinilai sangat penting, sebab sampah merupakan masalah bersama.

“Pada saat pembahasan anggaran mendampingi saya di komisi II sudah membicarakan dengan kepala dinasnya. Jadi kami sudah bicarakan bahwa ada pengadaan tempat pembuangan sementara,” ungkapnya.

“Soal mobil pengangkut sampah kami akan sampaikan ke kepala dinasnya apakah bisa pengadaan mobil sampah di kelurahan, untuk mengangkut sampah di wilayah masing-masing,”tandasnya.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *