banner 728x250

Pemkot Baubau Dorong Super Air Jet Beroperasi

  • Bagikan

LENSASULTRA.COM-Pemerintah Kota Baubau terus mengupayakan konektivitas udara di wilayah Kepulauan Buton agar dapat berjalan optimal. Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Baubau Dr Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si, Kepala Bandara Betoambari Baubau Anas Labakara, Kabag Protokoler Setda Kota Baubau telah melakukan pertemuan bersama Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari pada Rabu (16/09/2026).

Dalam siaran persnya Kamis (17/09/2026) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Baubau, Dr. Dahrul Dahlan, S.STP, M.Si, menyampaikan beberapa poin penting yang telah disepakati dalam pertemuan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE dan Direktur Utama Super Air Jet.

​”Hasil pertemuan dengan Direktur Utama Super Air Jet, Pak Ari Azhari, menyepakati beberapa hal utama. Pertama, pihak Super Air Jet akan tetap mengupayakan secepat mungkin, diupayakan pada bulan Oktober ini penerbangan pulang-pergi (PP) rute Makassar–Baubau sudah bisa beroperasi kembali,” ujar Dr. Dahrul Dahlan.

​Ditambahkan, selain rute penerbangan Super Air Jet, operasional maskapai Wings Air juga tetap menjadi perhatian Pemkot Baubau demi kemudahan mobilitas warga. “Kedua, dengan beroperasinya Super Air Jet, dipastikan pesawat Wings Air juga tetap masuk dengan jadwal penerbangan satu kali di pagi hari. Hal ini untuk membantu masyarakat yang perlu berangkat pagi agar dapat terhubung (connecting) dengan jadwal penerbangan berikutnya di Makassar,” jelasnya.

​Lebih lanjut diungkapkan, guna menunjang keberlanjutan dan kelancaran layanan penerbangan ini, Pemkot Baubau mengusung skema kerja sama berbasis kolaborasi antar-daerah di wilayah cakupan Kepulauan.

​”Model skema yang dikerjasamakan ini melibatkan kolaborasi dengan kabupaten/kota sekitar, yaitu Kota Baubau, Buton Tengah, Buton Selatan, Kabupaten Buton, dan Buton Utara. Kita berharap melalui anggaran dan kerja sama yang sifatnya kolaboratif ini dapat meringankan akses masyarakat yang memanfaatkan transportasi udara penerbangan Makassar–Baubau,” pungkas Dr. Dahrul Dahlan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *