banner 728x250

Wali Kota Baubau Yusran Fahim Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Muttaqin Wajo

  • Bagikan

LENSASULTRA.COM-Harapan panjang masyarakat Kelurahan Wajo Kecamatan Murhum Kota Baubau untuk memiliki tempat ibadah yang lebih representatif kini mulai menemui titik terang. Hal ini ditandai dengan terlaksananya prosesi peletakan batu pertama pembangunan dan rehabilitasi total Masjid Al-Muttaqin secara resmi oleh Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE pada Selasa (14/07/2026) yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, Sekda Kota Baubau La Ode Darus Salam, S.Sos, M.Si, beberapa kepala OPD dan tokoh-tokoh masyarakat Wajo.

Menurut Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE rencana renovasi total rumah ibadah ini sebenarnya sudah lama diwacanakan dan sangat dinantikan oleh warga setempat. Oleh sebab momentum pembangunan fisik ini akhirnya dapat direalisasikan saat ini berkat adanya kompromi, semangat kebersamaan, serta budaya gotong royong yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini mengakui, sinergi dan kolaborasi merupakan kunci utama dalam menyukseskan proyek keagamaan ini. Beliau mengimbau seluruh panitia pembangunan untuk bekerja sama secara solid.”Panitia harus mampu menggalang segala kekuatan dan potensi yang ada demi mempercepat proses penyelesaian masjid. Begitu pula dengan masyarakat, kami harap dapat terus bersatu dan memberikan dukungan penuh agar rumah ibadah ini bisa segera rampung,”ujarnya.

Terkait kontribusi dari pemerintah daerah, Pemerintah Kota Baubau ungkap H Yusran Fahim telah berkomitmen untuk tetap mengawal proses pembangunan ini dengan komitmen penuh, sembari tetap memperhatikan regulasi yang berlaku. Pemkot dipastikan akan mengambil langkah-langkah nyata dalam membantu percepatan pembangunan agar fasilitas ibadah masyarakat ini selesai tepat waktu.

Dijelaskan, secara teknis, struktur bangunan baru Masjid Al-Muttaqin dirancang dengan peningkatan kualitas dan luasan yang sangat signifikan dibandingkan dengan bangunan sebelumnya. Kemudian, Metode Konstruksi adalah menerapkan metode konvensional dengan pemilihan material tiang terbaik demi menjamin kekuatan jangka panjang serta kenyamanan jemaah. Sedangkan untuk Kapasitas masjid diperluas menjadi ukuran 18 x 24 meter.

Yusran Fahim berharap dengan ukuran yang jauh lebih lapang ini, Masjid Al-Muttaqin nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual semata. Rumah ibadah ini diproyeksikan dapat menampung jemaah lebih banyak dan menjadi pusat berbagai macam kegiatan keumatan bagi masyarakat sekitar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *