LENSASULTRA.COM-Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan FH Universitas Halu Oleo (UHO) resmi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) sebagai langkah memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat, di ruang rapat senat FH UHO, Jumat (8/5/2026).
Dekan FH UHO dalam hal ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FH UHO, Dr. Handrawan, S.H.,M.H mengatakan bahwa, FH UHO menyambut hangat kunjungan Dekan FH UGM beserta jajarannya dalam rangka membangun kerja sama di bidang pengabdian kepada masyarakat dan riset terapan.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi akademik antara kedua institusi, khususnya dalam pengembangan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat di kawasan Timur Indonesia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa, FH UHO sangat mengapresiasi inisiatif FH UGM dalam membangun sinergi melalui program pengabdian dan riset terapan. Menurutnya, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari berbagai diskusi yang sebelumnya telah dibangun antara kedua fakultas.
“Pada prinsipnya, kami menyambut baik FH UGM dalam membangun kerja sama di bidang pengabdian dan riset terapan. Ini merupakan momentum penting bagi FH UHO untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih substansial maupun teknis ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa, kehadiran langsung Dekan FH UGM bersama pimpinan fakultas menunjukkan keseriusan dan semangat besar dalam memperluas jejaring kolaborasi akademik, khususnya di wilayah Indonesia Timur dan Tengah. FH UHO siap mengambil peran penting dalam pengembangan berbagai riset dan program pengabdian bersama UGM. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan atau diskusi formal, tetapi mampu menghasilkan output yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, kolaborasi ini terus berkembang dan berkelanjutan. Yang paling penting, hasil kerja sama ini dapat memberikan dampak terhadap pengetahuan dan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia secara umum, khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara dan Yogyakarta,” ucapnya.
Dekan FH UGM, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D. mengatakan bahwa, FH UGM dan FH UHO mulai menjajaki kolaborasi strategis di bidang penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat melalui konsep multiple helix. Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi akademik lintas institusi untuk menghadirkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Fokus utama kerja sama tidak hanya terbatas pada pengabdian masyarakat, tetapi juga membuka ruang besar bagi penelitian kompetitif dan kolaboratif bersama FH UHO. Ketika ada penelitian kompetitif kolaboratif, kami juga ingin menggandeng FH UHO. Kemudian hasil penelitian itu nantinya dapat diterapkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, FH UGM memiliki sembilan pusat kajian yang dapat menjadi ruang kolaborasi bersama FH UHO sesuai tema dan kebutuhan riset. Salah satu yang disiapkan adalah pusat kajian sumber daya alam dan lingkungan hidup yang relevan dengan potensi daerah di Sulawesi Tenggara.
“Kalau temanya tentang hukum lingkungan atau sumber daya alam, kami punya pusat kajian Natural Resources dan juga Departemen Hukum Lingkungan. Ini tentu bisa menjadi bentuk kolaborasi yang akan kami diskusikan lebih mendalam,” jelasnya.
Selain itu, kerja sama juga melibatkan unit di FH UGM yang nantinya dapat menjadi mitra dalam pengembangan program pengabdian berbasis multiple helix, yakni model kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi bersama mitra strategis lainnya.
“Kunjungan dan penjajakan kerja sama ini merupakan yang pertama kali dilakukan FH UGM ke FH UHO. Inisiasi tersebut lahir dari komunikasi intens antara bidang kerja sama, akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di kedua institusi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa, kerjasama ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program riset dan pengabdian inovatif yang mampu menjawab persoalan hukum dan sosial masyarakat, khususnya di kawasan Timur Indonesia. “Ini pertama kali kami ke sini dan alhamdulillah sudah ada bincang-bincang sebelumnya. Akhirnya kami punya gagasan untuk melakukan pengabdian multiple helix bersama FH UHO dan mitra lainnya,” tutupnya. (*)








