banner 728x250

PKK Koltim Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Sekolah

  • Bagikan

LENSASULTRA.COM-Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Sekolah di SMA Negeri 1 Kolaka Timur, Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan komitmen TP. PKK Koltim dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Sosialisasi menyasar para siswa sebagai generasi muda, dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, termasuk kekerasan fisik, verbal, perundungan (bullying), maupun bentuk kekerasan lainnya.

Plt. Ketua TP. PKK Koltim, Ny. Hj. Hijrahwati Yosep Sahaka, mengatakan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi setiap peserta didik untuk belajar, berkembang, dan berinteraksi secara positif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengedukasi anak-anak sekolah agar mampu mencegah, mengenali, dan melaporkan jika ada potensi kekerasan di lingkungan sekolah. Karena sekolah harus menjadi rumah kedua yang paling aman bagi mereka,” ujar Ny. Hj. Hijrahwati Yosep.

Menurutnya, upaya pencegahan kekerasan membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya guru dan pihak sekolah, tetapi juga siswa, orang tua, serta lingkungan sekitar.

Karena itu, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan dengan membangun budaya saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta berani menyampaikan atau melaporkan apabila menemukan tindakan kekerasan maupun perundungan.

Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari dukungan TP. PKK Koltim terhadap program pemerintah dalam mewujudkan sekolah ramah anak sekaligus memperkuat karakter generasi muda.

Melalui sosialisasi ini, TP. PKK Koltim berharap kesadaran siswa mengenai pencegahan kekerasan semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis, inklusif, saling menghormati, dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekolah.

Dengan terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman, diharapkan para peserta didik dapat lebih optimal dalam menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, serta tumbuh menjadi generasi penerus yang berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap sesama. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *