LENSASULTRA.COM-Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si., didampingi Wakil Bupati Muh. Adam Basan, S.Sos., menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025. Acara berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (06/04/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Buton Tengah, Mazaluddin, S.E., ini dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan dan anggota legislatif, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Bupati Azhari menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan wujud nyata akuntabilitas dan transparansi pemerintah daerah dalam mengelola keuangan dan penyelenggaraan pemerintahan.8
“Tahun 2025 merupakan tahun ketiga periode RPD 2023–2026, sekaligus masa transisi menuju RPJMD 2025–2030,” ujarnya.
Secara fiskal, realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp839,08 miliar atau 98,80 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil terealisasi sebesar Rp22,68 miliar atau 100,01 persen, menunjukkan tren positif meski kontribusinya masih perlu ditingkatkan.
Di sisi belanja, dari total pagu anggaran Rp907,12 miliar, realisasinya mencapai Rp802,33 miliar atau 88,44 persen.
“Pendapatan daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas fiskal dan memperluas ruang pembiayaan pembangunan,” jelas Azhari.
Selain aspek keuangan, laporan juga memaparkan sejumlah indikator kinerja yang menunjukkan pencapaian sangat baik, Sektor pariwisata mencapai 186,15 persen, Pertumbuhan investasi daerah mencapai 222,22 persen, Kinerja lingkungan hidup dan tata ruang melampaui target, Stabilitas pangan dan produksi pertanian terjaga hingga 100 persen dan Peningkatan kualitas pelayanan publik dan reformasi birokrasi
Meski mencatat banyak keberhasilan, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah mengakui masih ada sejumlah tantangan. Di antaranya adalah belum optimalnya jaringan irigasi, rendahnya capaian sektor UMKM dan ketenagakerjaan, serta keterbatasan sarpras di bidang kesehatan dan pendidikan.
Menjawab hal tersebut, langkah strategis yang akan ditempuh meliputi perencanaan berbasis kinerja, penguatan kapasitas SDM, optimalisasi infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami menyadari masih banyak yang perlu dimaksimalkan. Melalui rapat ini, kami mengharapkan masukan konstruktif dari DPRD sebagai fungsi check and balance,” tutup Bupati.
Ia pun berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif terus terjaga demi mewujudkan visi Buton Tengah sebagai daerah yang maju dan sejahtera. (*)





