LENSASULTRA.COM-Budidaya Udang Vaname sangat menjanjikan secara ekonomi. Program budidaya udang vaname dengan sistem bioflok di Kabupaten Buton Utara mulai dikembangkan dan hasil panen sangat melimpa. Pemeritah terus mendorong banyak warga untuk berani mengembangkan system budidaya udang ini.
Dukungan juga datang dari, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai budidaya udang vaname harus diseriusi. Jika ada anggaran, akan mendorong program bantuan bioflok udang vaname untuk dikembangkan secara serius untuk petani di daerah berjuluk Lipu Tinadeakono Sara itu.
Ketua Komisi II DPRD Buton Utara, Abul Mustarif Saleh mengungkapkan, Bioflok merupakan inovasi bioteknologi dalam budidaya udang yang memanfaatkan bakteri baik untuk membentuk gumpalan flok, yaitu gabungan bahan organik dan anorganik seperti sisa pakan, feses, oksigen, hidrogen, nitrogen, dan karbon di dalam tambak.

Flok menjadi sumber makanan yang kaya protein bagi udang yang dibudidayakan, sehingga penggunaan pakan menjadi lebih efisien. Selain itu, bioflok juga dapat membantu petambak dalam memperbaiki kualitas air.
“DPRD Buton Utara mendorong peningkatan jumlah petani untuk budidaya vaname system bioflok. Udang yang dibudidayakan akan tumbuh lebih cepat dan jumlah udang yang berhasil dipanen akan lebih banyak dibandingkan dengan sistem budidaya yang mengandalkan pergantian air secara rutin saat terjadi penurunan kualitas air,” ujar Abdul Mustarif Saleh, 17 Januari 2026
Tantangannya, dalam budidaya udang vaname, biaya pakan menjadi salah satu faktor yang paling menguras biaya operasional. Diperkirakan sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya budidaya udang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan.
Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya efisiensi dalam budidaya, metode budidaya udang vaname dengan teknologi bioflok kini kerap menjadi sorotan.
Namun, penting untuk diingat bahwa kesuksesan penerapan teknologi bioflok dalam budidaya udang vaname membutuhkan pengelolaan yang tepat dan konsisten.
Salah satu, program perdana petani budidaya Udang Vaname dikelola Bumdes Jaya Mandiri Desa Wowonga Jaya Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara melimpah Wakil Bupati Buton Utara, Rahman memberikan perhatian keberlangsungan budidaya udang vaname di daerah berjuluk Lipu Tinadeakono Sara.

Ketua PKB Buton Utara itu, hadir langsung mendengar aspirasi petani dan turut memanen udang vaname, Jumat, 16 Januari 2026. Didampingi, Kepala Dinas Perikanan Sahrun Akri dan Kepala BPBD Butur Made Alwi
“Saya memberikan apresiasi. Panen perdana udang vaname , hasil terobosan warga anggarannya bersumber dari penyertaan modal melalui program ketahanan pangan desa,” ujar Rahman
Eks Ketua KNPI Buton Utara itu menambahkan, sektor budidaya udang vaname menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan desa, sehingga berpotensi memakmurkan warga.
Menurutnya, panen perdana dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama dari sisi ekonomi dan ketahanan pangan.”Hadil panen perdana sangat menjanjikan 700 kilogram. Lama budidaya selama 75 hari,” tandasnya. (Adv)
















