LENSASULTRA.COM-Penduduk Kabupaten Buton Utara mayoritas memenuhi kebutuhan ekonominya dengan bercocok tanam jangka pendek dan jangka Panjang. Olehnya itu, pemerintah harus mengambil peran membangun infrastruktur jalan usaha tani sehingga akses mobilitasi lebih mudah.
Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Kabupaten Buton Utara Kembali diprogramkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sebanyak tiga titik bakal dibangun di daerah berjuluk Liput Tinadeakono Sara tahun ini.
Pembangunan Jalan Usaha Tani sangat bermanfaat membuka akses mobilitasi petani sangat bercocok tanah dan memudahkan mengangkut hasil panen untuk diperjual belikan. Olehnya itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Utara memberikan dukungan program Pembangunan jalan usaha tani.
Tercatat, Dinas Pertanian bakal membangunan jalan usaha tani di Desa Mata, Morindino dan Bubu terletak di Kecamatan Kambowa. Petani di tiga desa itu aktif mencocok tanam jangka pendek dan jangka Panjang.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Buton Utara, Abdul Mustarif Saleh mengunkapkan, salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada petani. Hadirnya, jalan usaha tani membuka akses mobilitas kepada petani. Komoditas pertanian menjadi komoditas yang potensial untuk dikembangkan. Melalui produktivitas pertanian yang baik, masyarakat dapat meningkatkan produksi tani yang lebih baik lagi.
“Tahun 2026, ada program Jalan Usaha Tani. Ini merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian tanaman pangan, hortikutura, perkebunan rakyat,untuk memperlancar mobilitas alat mesin pertanian (alsintan), pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan pengolahan atau pasar,” ujar Abdul Mustarif Saleh, 15 Januari 2026
Politisi Partai Golkar itu menambahkan, Jalan Usaha Tani (JUT) sebagai salah satu program strategis yang dilakukan untuk memudahkan akses petani dalam memperluas jalur distribusi pertanian. Apalagi Buton Utara masyoritas masyarakat memenuhi kebutuhannya dengan bercocok tanam jangka pendek dan jangka panjang
Jalan Usaha Tani sangat penting dilakukan dalam beberapa aspek. Pertama aspek sosial, JUT dapat membuka katerisoliran masyarakat terhadap daerah sekitar. Kedua, aspek ekonomi yaitu adanya JUT untuk mengatasi biaya transportasi yang tinggi akibat minimnya akses angkutan dari lahan pertanian ke sarana produksi. Ketiga, aspek lingkungan, yakni sebagai peningkatan kualitas jalan dan mencegah terjadinya longsor.
“Hal tersebut telah menjadi fokus dari beberapa proyek pembangunan infrastruktur. Jalan Usaha Tani (JUT) ditujukan untuk mempermudah akses pertanian dan memperluas jalur distribusi pertanian, serta meningkatkan gaji dan pendapatan para petani di setiap daerah” tandasnya. (Adv)
















