Demi Pertimbangan Konstitusional, Andis Mundur Sebagai Anggota KPU Sultra

Demi Pertimbangan Konstitusional, Andis Mundur Sebagai Anggota KPU Sultra

Liga Santri Nasional 2017 Region Sulawesi III Sultra Segera Digelar
Soal Banjir, Jangan Hanya Salahkan Pemkot Kendari
Menangkan Konfercab ke-VII, Kamaluddin Nahkodai PMII Konawe

(Gambar: Surat pernyataan memundurkan diri Andi Sahibuddin, S.Ag sebagai anggota KPU Sultra)

Lensasultra.com, Kendari- Salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Sahibuddin, S.Ag telah menyerahkan surat pernyataan pengunduran dirinya sebagi komisioner di kantor KPU RI, Jakarta pada Rabu (11/04).

“Saya sudah menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri saya sebagai anggota KPU Sultra hari ini. Tinggal selanjutnya KPU RI memplenokannya dan menunggu keputusan pemberhentian tetap dari KPU RI,” ungkap Andi Sahibuddin lewat pesan WA yang diterima Lensasultra.com.

Andi Sahibuddin mengatakan keputusan ini ia ambil berdasarkan dua pertimbangan konstitusional sehingga ia harus memundurkan diri.

“Ada dua pertimbangan konstitusional sehingga saya harus mundur sebagai komisioner KPU. Pertama, saya sampai saat ini tercatat dan aktif sebagai pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sultra sehingga tidak dapat memenuhi ketentuan pasal 21 ayat 1 huruf k UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dimana anggota KPU harus mengundurkan diri dari jabatan di Ormas berbadan hukum,” papar pria yang biasa disapa Andis ini.

Andis melanjutkan, pertimbangan keduanya adalah tidak dapat lagi melaksanakan tugas sepenuh waktu.

“Pertimbangan kedua, saya sudah tidak dapat lagi melaksanakan tugas saya sebagai anggota KPU Sultra sepenuh waktu sebagaimana ketentuan pasal 21 ayat 1 hutuf m UU No.7 tahun 2017 dimana anggota KPU bersedia bekerja sepenuh waktu,” jelasnya.

Ditanya soal setelah mengundurkan diri dari KPU Sultra akan kemana, Andis yang juga mantan Ketua KPU Kolaka ini menjawab diplomatis.

“Yaa, sesuai pertimbangan tadi bahwa saya akan fokus mengabdi pada umat lewat Nahdlatul Ulama. Kalau aktivitas yang lain kita lihat aja nanti yaa. Bisa saja saya mengabdi di tempat atau bidang lain selama tidak menghalangi atau menghambat pengabdian saya di NU yang telah membesarkan saya,” tutupnya. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0