Biaya Administrasi Rp 1 Juta, Lurah Waumere Diduga Lakukan Pungli

Biaya Administrasi Rp 1 Juta, Lurah Waumere Diduga Lakukan Pungli

Konstruksi Buruk, Jalan Ring Road Mubar Rusak Parah Pasca Diguyur Hujan
Silaturahmi Nasional Masyarakat Perantau Tomia
Nelpon Hingga Rp 219 ribu/jam, Kartu As Telkomsel Tergolong Sangat Mahal

Lensasultra.com, KENDARI – Lurah Waumere diduga menerapkan praktek Pungutan Liar (Pungli) dalam mengelola administrasi kelurahan. Tidak tanggung-tanggung besaran pungutan yang kenakan kepada warga mencapai Rp 1 juta untuk satu surat.

Zulzaman, dari komunitas Agen Civil Society Sultra, dalam menanggapi hal tersebut mengatakan, yang dilakukan oleh Lurah Waumere sudah merujuk pada Pungli. Pasalnya, untuk satu surat keterangan kepemilikan tanah warga harus membayar sebesar Rp 1 juta.

Zulzaman

“Kami sudah kumpulkan datanya. Satu lembar surat keterangan kepemilikan tanah dan satu lembar kwitansi dan keterangan dari warga,” ungkapnya.

Kwitansi yang juga serahkan kepada lensasultra.com dalam bentuk foto tersebut, tertanggal 13 Maret 2018, dengan keterangan telah terima dari salah satu warga, dengan nominal Rp 1 juta. Untuk pembayaran administrasi kelurahan Waumere. Selain kwitansi, Lensasultra.com juga diberikan soft coppy surat bukti kepemilikan tanah dari lurah.

“Jadi, awalnya itu, ada warga ingin mengambil kredit di perbankan. Dari pihak bank, warga tersebut dimintai surat kepemilikan tanah dari lurah. Saat ke lurah dia dimintai Rp 1 juta untuk biaya administrasi. Karena mendesak warga tersebut terpaksa membayar dan meminta kwitansi sebagai bukti pembayaran, yang ditandatangani oleh lurah,” jelasnya.

Zulzaman, akan berupaya melakukan advoksi. Jika benar,  kuat dugaan biaya administrasi tersebut adalah pungutun liar. Biaya administrasi sebesar itu, menurutnya tidak rasional dan diluar dari standar operasional prosedur kelurahan.

“Kalau memenuhi unsur pidana kita akan pidanakan. Tidak baik kita membiarkan birokrat yang menyusahkan dan merusak sistem tata kelola negara,” tutupnya.

Terkait kasus dugaan pungli tersebut, Lensasultra.com berupaya menghubungi lurah Waumere melalui nomor ponsel pribadinya, untuk dimintai klarifikasi. Namun nomor ponsel tersebut tidak aktif.

Penulis : Abdul Rajab Sabarudin
Editor : Lin

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0