ARF : Indikator Keberhasilan Pemimpin Bukan Hanya Pertumbuhan Ekonomi Saja

ARF : Indikator Keberhasilan Pemimpin Bukan Hanya Pertumbuhan Ekonomi Saja

Siapa Bilang Ngopi di Cafe Itu Mahal,Datang ke Factory
LKI Sultra : Konsumen di Kendari Butuh Grab
Mitsubishi Cold Diesel FE 74 L, Mobil Pendatang Baru di Bosowa Berlian Motor

Abdul Rahman Farisi SE MSE

Lensasultra.com, KENDARI – Salah satu bakal calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Rahman Farisi SE MSE (ARF), menilai, keberhasilan pemimpin dalam membangun suatu daerah bukan hanya dilihat pada angka pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut diungkapkan oleh ARF di sela-sela sosialisasi yang gelar di Kota Kendari.

“Itu (pertumbuhan ekonomi), tidak bisa dijadikan indikator utama keberhasilan,” ungakpnya.

Putra Sultra, yang menjadi tenaga pendidik di Universitas Hasanuddin, Makassar, dan koordinator Jaringan Peniliti Ekonomi Indonesia Timur (JaPEIT), mengatakan pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan penurunan angka pengangguran serta kemiskinan dalam suatu daerah. Jika ada balance antara penurunan angka kemiskinan dan kenaikan pertumbuhan ekonomi, maka pemerintah berhasil dalam pembangunan pada sektor ekonomi kerakyatan.

“Kalau hanya pertumbuhan ekonomi, bisa jadi itu disebabkan oleh para kreator individu. Mereka yang bergerak sendiri untuk memajukan ekonominya, yang akhirnya menjadi bagian dari representase kemajuan ekonomi daerah. Jadi, sebenarnya ada dan tidak ada pemerintah ekonomi tetap bisa tumbuh, karena dalam lingkungan sosial ada mereka yang berkreasi,” jelasnya.

Lain halnya, lanjutnya, jika angka kemiskinan mengalami penurunan dan pertumbuhan ekonomi bergerak maju. Jika fenomenanya demikian, maka tidak lain disebabkan oleh intervensi pemerintah yang masiv melalui beberapa skenario.

“Kita bisa ambil sampel misalnya Kabupaten Bantaeng. Pertumbuhan ekonomi bergerak maju dan angka kemiskinan juga mengalami penurunan. Itu karena ada intervensi pemerintah di dalamnya. Jadi kelihatan lidership seorang pemimpin seperti apa,” sebut ARF.

Sementara di Sultra sendiri, ARF melihat belum ada peran pemerintah yang signifikan. Sultra yang memiliki potensi pada bidang pertanian, pertambangan, kelautan dan pariwisata belum memberikan dampak besar pada perekonomian masyarakat.

“Misal pertanian. Kalau digenjot dengan baik, pertanian dapat menjadi andalan utama. Tapi petani kita dibiarkan sendiri dan tradisional, sesuai dengan kemampuannya. Baik pengetahuan maupun finansial. Akhirnya, petani kita hanya berhadapan dengan kegagalan. Sama juga dengan kelautan,” tutupnya.

ARF juga mengakui, kondisi perekonomian masyarakat ini yang menjadi motivasi utama untuk maju di bursa Cagub Sultra 2018 mendatang. ARF mencoba hadir dengan sejumlah gagasan berbasis ekonomi kerakyatan.

Penulis : Abdul Rajab Sabarudin
Editor : Lin

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0